Manajemen Layanan Sistem Informasi (Review Jurnal)
Rangkuman 1
MANAJEMEN RESIKO TEKNOLOGI
INFORMASI I UNTUK KEBERLANGSUNGAN LAYANAN PUBLIK MENGGUNAKAN FRAMEWORK
INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY (ITIL VERSI 3)
1.
Pendahuluan
Kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta meluasnya perkembangan infrastruktur
informasi global telah mengubah pola dan cara beraktivitas pada organisasi,
institusi, industri, maupun pemerintahan. Fakta semakin meningkatnya
ketergantungan organisasi kepada TI untuk mencapai tujuan strategi dan
kebutuhan organisasi menjadi pendorong utama pentingnya TIK. Ketergantungan
tersebut menyebabkan tumbuhnya kebutuhan akan layanan TI berkualitas tinggi
yang mengikuti kebutuhan organisasi dan user yang sesuai dengan
perkembangannya. Layanan TI berkualitas tinggi berarti meningkatkan efisiensi
dan efektivitas penggunaan TI untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Begitupula
pemanfaatan TIK di pemerintahan.
Kegiatan
pelayanan publik tidak dapat terhindar dari adanya gangguan/kerusakan yang
disebabkan oleh alam maupun manusia misalnya terjadinya gempa bumi, bom,
kebakaran, banjir, power failure, kesalahan teknis, kelalaian manusia, demo
buruh, huru-hara dan sebagainya. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak
pada kemampuan teknologi yang digunakan, tetapi juga berdampak pada kegiatan operasional
pelayanan publik. Bila tidak ditangani secara khusus, selain akan menghadapi
risiko operasional, juga akan mempengaruhi risiko reputasi dan berdampak pada
menurunnya tingkat kepercayaan publik. Oleh sebab itu perlu dilakukan
pengelolaan terhadap risiko risiko sehingga dapat mereduksi resiko yang mungkin
muncul.
Information
Technology Infrastructure Library (ITIL) sebagai suatu kerangka kerja manajemen
layanan TI dapat digunakan sebagai panduan dalam menyusun langkah-langkah
operasional tersebut. Dengan kerangka kerja ITIL diharapkan resiko resiko yang
mungkin terjadi dapat diminimalisasi serta dapat dilakukan mitigasi resiko
dalam upaya menjaga keberlangsungan layanan TI.
2.
Manajemen resiko TI
Manajemen
resiko TI merupakan proses identifikasi resiko, penilaian resiko, dan
pengambilan langkah-langkah untuk menurunkan resiko sampai level yang dapat
diterima (Stoneburner, 2002).
Sedangkan
menurut IT governance, IT Audit dan IT Security (dalam Spremic, 2008),
manajemen resiko TI adalah proses untuk memahami dan memberikan respon terhadap
faktor-faktor yang dapat menyebakan kegagalan dalam autentikasi,
non-repudiation, kerahasiaan, integritas atau ketersediaan dari sistem
informasi.
2.1 Perencanaan
Manajemen Resiko TI
Menurut
Spremic (2008) untuk keberhasilan dalam menjaga segala sesuatu yang dapat
menyebabkan permasalahan, setiap organisasi harus membangun metode dan teknik
untuk mengendalikan insiden-insiden yang terjadi pada TI dan untuk
mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi. Terdapat tahapan-tahapan penting
dalam perencanaan manajemen resiko TI :
1. Identifikasi dan klasifikasi
resiko TI,
2.
Penilaian
resiko TI (Business Impact Analysis) dan menentukan prioritas,
3.
Strategi
penanggulangan resiko TI – identifikasi pengendalian TI,
4.
Implementasi
dan dokumentasi dari penanggulangan resiko (pengendalian TI),
5.
Pendekatan
portofolio resiko TI dan keselarasan dengan strategi bisnis,
6. Pengawasan berkala terhadap
tingkat resiko TI dan audit.
2.2 Kerangka
Kerja Manajemen Resiko TI
Management
of Risk (M_o_R) merupakan metodologi standar yang dapat digunakan untuk
manajemen resiko TI serta menilai resiko di organisasi (OGC, 2007). Pada gambar
1 merupakan kerangka kerja M_o_R.

Gambar
1. Framework Management of Risk
Berikut
ini merupakan penjelasan dari gambar di atas:
·
Prinsip M_o_R – prinsip-prinsip tersebut
merupakan esensi dalam pengembangan praktik manajemen resiko yang baik dan
diturunkan dari prinsip-prinsip tatakelola perusahaan (corporate governance).
·
Pendekatan M_o_R – pendekatan organisasi untuk
prinsip-prinsip tersebut dibutuhkan untuk mendefinisikan dan persetujuan dalam
dokumen berikut:
a.
Kebijakan
manajemen resiko
b.
Panduan
proses
c.
Perencanaan
d.
Registrasi
resiko
e.
Permasalahan
log
·
Proses M_o_R – berikut ini menjelaskan empat
tahapan aktivitas dalam manajemen resiko:
a.
Identifikasi – ancaman dan peluang dalam
aktivitas yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam mencapai tujuan
b.
Menilai – pemahaman net effect dari
identifikasi ancaman dan peluang aktivitas yang dilakukan.
c.
Merencanakan – mempersiapkan tanggapan
manajemen secara spesifik yang dapat mengurangi ancaman dan memaksimalkan
peluang.
d.
Implementasi – penerapan rencana manajemen resiko,
mengawasi efektivitas dan mengambil langkah yang diperlukan dalam menanggulangi
ekspektasi yang tidak sesuai.
·
Embedding dan reviewing M_o_R – diperlukan review
keberlanjutan dan peningkatan bahwa hal tersebut masih baik untuk digunakan
Komunikasi – diperlukan aktivitas komunikasi yang tepat dalam menjamin bahwa
setiap orang tetap up to date dengan perubahan dalam ancaman, peluang dan
seluruh aspek manajemen resiko.
Resiko
|
Ancaman
|
Kerusakan
internal sistem/jaringan TI PABX, ACD, dll.
|
Kebakaran,
listrik padam, vandalisme, kebanjiran, tabrakan pesawat, cuaca buruk, angin
topan, bencana alam, ancaman teroris, sabotase, kerusakan tidak sengaja,
software kualitas rendah
|
Kerusakan
eksternal sistem/jaringan IT, seperti server ecommerce, sistem kriptografi,
dll.
|
Semua
yang diatas, permintaan yang berlebihan untuk layanan-layanan, Denial of
service attack (DOS), kesalahan teknis.
|
Kehilangan
data
|
Kesalahan
tekniks, kesalahan manusia, virus, serangan, trojan, malicious program
|
Kehilangan
layanan jaringan
|
Kerusakan
atau kegagalan akses ke penyedia layanan jaringan, kerugian dari
sistem/jaringan penyedia layanan TI, kerugian dari penyedia layanan data,
kegagalan dari penyedia layanan
|
Ketidaktersediaan
staf teknik dan pendukung
|
Aksi
pemogokan, pelanggaran perjanjian kerja, pengunduran diri, sakit/cedera,
kesulitan transportasi
|
Kegagalan
dari penyedia layanan, contohnya
|
Kegagalan
komersil, pelanggaran perjanjian, staf penyedia layanan yang tidak tersedia,
kegagalan memenuhi
|
outsourcing
TI.
|
SLA
|
Tabel
1. Resiko dan Ancaman pada layanan TI
2.3 Information
Technology Service Continuity Management
(ITSCM)
ITSCM
merupakan salah satu proses area dari service design ITIL versi 3. Tujuan dari
ITSCM adalah untuk mendukung seluruh proses manajemen keberlangsungan bisnis
dengan memastikan bahwa kebutuhan teknis TI dan fasilitas layanan dapat kembali
beroperasi dan sesuai dengan timescale bisnis. Sasaran dari ITSCM diantaranya
adalah untuk :
a. Memelihara rencana-rencana
berkelanjutan layanan TI (IT service continuity plans) dan rencana-rencana
pemulihan TI yang mendukung kelanjutan bisnis
b.
Melengkapi
exercise business impact analysis (BIA) secara teratur untuk menjamin seluruh rencana-rencana
berkelanjutan dikelola agar selaras dengan dampak perubahan dan kebutuhan
bisnis
c.
Menyediakan
panduan dan saran untuk seluruh area bisnis dan TI yang berkaitan dengan
kelanjutan dan pemulihan
d.
Memastikan
mekanisme yang tepat untuk kelanjutan dan pemulihan agar sesuai dengan tujuan
kelanjutan bisnis
e.
Menilai
dan dampak perubahan pada rencana rencana kelanjutan layanan TI dan rencana rencana
pemulihan TI
f. Memastikan bahwa ketersediaan
layanan diimplementasikan sesuai dengan anggaran yang ditetapkan
3.
Implementasi
3.1 Tahap
Inisialisasi
Pada
tahap ini dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
a. Penentuan
kebijakan – hal
ini harus dibangun dan dikomunikasikan sehingga semua orang yang ada di
organisasi dapat terlibat. Dalam kebijakan ini ditentukan sasaran serta fokus
dari manajemen. Peran dari pimpinan sangat menentukan keberhasilan dari
kegiatan yang dilaksanakan.
b.
Lingkup – pada tahap ini ditentukan
lingkup serta tanggungjawab dari setiap staf yang ada diorganisasi. Kewenangan
dan tanggungjawab dari setiap staf disesuaikan dengan kemampuan dan kapabilitas
yang dimilikinya, agar mendukung terhadap setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
c.
Alokasi Sumberdaya – keberlangsungan dari bisnis
membutuhkan sumberdaya diantaranya uang dan sumberdaya manusia. Hal ini sangat
penting untuk mendukung kelangsungan dari proses. Penentuan alokasi sumberdaya
dengan tepat dapat mengefisiensikan kinerja yang dilakukan.
d.
Struktur pengendali dan
Organisasi Proyek
– kegiatan yang dilakukan perlu diorganisir dan dikendalikan dengan baik,
karena kegiatan yang bersifat kompleks sehingga perlu dilakukan langkah-langkah
sistematis dan terkendali.
e. Perencanaan
dan Proyek yang berkualitas
– perencanaan yang baik dapat menjamin keberhasilan pencapaian kualitas
kegiatan. Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan perlu direncanakan dengan
matang agar hasil yang diperoleh dapat dimaksimalkan serta meminimalisasi resiko-resiko
yang terjadi.
3.2 Tahap
Kebutuhan dan Strategi
3.2.1
Analisis Resiko
Pada
tahap ini menilai level resiko dan membuat ranking resiko dengan
mempertimbangkan faktor kecenderungan (likelihood) dan besarnya dampak resiko
(impact). Pada proses penilaian ini memanfaatkan kerangka kerja Management of
Risk (M_o_R). Pendekatan analisa resiko dapat secara kualitatif atau kuantitatif.
Level kecenderungan dan dampak dapat dikategorikan sesuai variasi yang ada, misalnya
menjadi tinggi, sedang dan rendah. Pada tabel 2 dapat dilihat hasil dari analisis
resiko yang telah dilakukan.
3.2.2
Strategi Keberlangsungan Layanan
TI
Setelah
mengetahui resiko-resiko yang terjadi serta prioritas yang harus dilakukan dari
hasil analisis resiko maka dapat dirancang strategi-strategi untuk keberlangsungan
layanan TI. Pada tabel 3 dapat diperlihatkan strategi-strategi yang dapat dilakukan
dalam rangka keberlangsungan layanan TI.
Sumber Resiko
|
Resiko
|
Kecenderungan
(likelihood)
|
Dampak
|
Tingkat resiko
|
Prioritas
|
Sumber
resiko alami
|
Software,hardware,dan
data dalam sistem TI dirusak atau tidak berfungsi karena bencana alam misal
banjir, gempa, kebakaran,dan lain-lain
|
Rendah
|
Sangat
tinggi
|
tinggi
|
7
|
Sumber
resiko
manusia
|
Kesalahan
operasional
|
Tinggi
|
Sedang
|
tinggi
|
4
|
Intended
attack
|
Sedang
|
Tinggi
|
tinggi
|
6
|
|
Akses
tidak terautorisasi
|
Sedang
|
Tinggi
|
tinggi
|
6
|
|
Infeksi
virus komputer
|
Tinggi
|
Sangat
tinggi
|
Sangat
tinggi
|
2
|
|
Sumber
resiko
lingkungan
|
Kegagalan
jaringan
|
Rendah
|
Tinggi
|
Sedang
|
8
|
Kegagalan
power
|
Sedang
|
Sangat
tinggi
|
tinggi
|
5
|
|
polusi
|
Rendah
|
Sedang
|
rendah
|
9
|
|
Spesifik
sistem
|
Analisa
historis log; data dari penyedia sistem mengenai insiden yang terjadi untuk
pengguna lain dari sistem yang sama
|
Tergantung
pada pengguna
|
|||
Resiko
yang terkait
dengan
proses bisnis
|
Kesalahan
memilih penyedia sistem
|
Rendah
|
Sangat
tinggi
|
tinggi
|
7
|
Dukungan
yang tidak cukup dari penyedia sistem
|
Tinggi
|
Sedang
|
tinggi
|
4
|
|
Backup
yang tidak cukup
|
Tinggi
|
Tinggi
|
tinggi
|
3
|
|
Analisis
dan record log yang tidak lengkap
|
Tinggi
|
Tinggi
|
tinggi
|
3
|
|
Tidak
terlatih
|
Sedang
|
Tinggi
|
tinggi
|
6
|
|
Komunikasi
antara departemen TI dan departemen lain
|
Sangat
tinggi
|
Tinggi
|
Sangat
tinggi
|
1
|
|
Tabel
2. Analisis Resiko Layanan TI
3.2.3
Strategi Keberlangsungan Layanan
TI
Setelah
mengetahui resiko-resiko yang terjadi serta prioritas yang harus dilakukan dari
hasil analisis resiko maka dapat dirancang strategi-strategi untuk
keberlangsungan layanan TI. Pada tabel 3 dapat diperlihatkan strategi-strategi
yang dapat dilakukan dalam rangka keberlangsungan layanan TI.
Sumber
Resiko
|
Resiko
|
Strategi
Keberlangsungan Layanan TI
|
Sumber
resiko alami
|
Software,hardware,dan
data dalam sistem TI dirusak atau tidak berfungsi karena bencana alam misal
banjir, gempa, kebakaran,dan lain-lain
|
Membuat
sistem backup
Back up data secara berkala
|
Sumber
resiko
manusia
|
Kesalahan
operasional
|
Pelatihan
yang cukup, peningkatan tanggungjawab staf,
pemahaman penggunaan sistem
|
Intended
attack
|
Pengecekan
titik-titik yang bisa diserang, dan perbaiki.
Menggunakan enkripsi data pada database atau data transfer
|
|
Akses
tidak terautorisasi
|
Gunakan
metode pengecekan yang lebih aman, misal password
dinamis,
pengecekan pengguna, menghapus pengguna yang tidak
berhak mengakses data
|
|
Infeksi
virus komputer
|
Sediakan
antivirus dan lakukan update database antivirus.
Lakukan restorasi dan backup data
|
|
Sumber
resiko
lingkungan
|
Kegagalan
jaringan
|
Gunakan sistem jaringan duplikat, konfigurasi secara automatis
|
Kegagalan
power
|
Gunakan lebih dari satu power supply
|
|
polusi
|
Lakukan backup sistem. Pengendalian sistem secara remote
|
|
Spesifik
sistem
|
Analisa
historis log; data dari penyedia sistem mengenai insiden yang terjadi untuk
pengguna lain dari sistem yang sama
|
Pelajari
dari pengguna lain untuk sistem yang sama. Analisa
hasil pengujian sistem
|
Resiko
yang terkait
dengan
proses bisnis
|
Kesalahan
memilih penyedia sistem
|
Gunakan
penyedia proses yang tepat, cari penyedia yang
kompetitif
|
Dukungan
yang tidak cukup dari penyedia sistem
|
Buat
SLA untuk seluruh sistem yang penting dan jaga kualitas
layanan
|
|
Backup
yang tidak cukup
|
Backup
regulasi secara berkala
|
|
Analisis
dan record log yang tidak lengkap
|
Buat regulasi log secara berkala dan laporkan
|
|
Tidak
terlatih
|
Buat
program pelatihan sistem untuk staf terkait
|
|
Komunikasi
antara departemen TI dan departemen lain
|
Buat hubungan yang baik antar departemen.
|
Tabel
3 Strategi Keberlangsungan Layanan TI
4.
Penutup
Keberlangsungan
layanan pada pelayanan publik merupakan salah satu hal yang perlu ditata kelola
agar penyelenggaran pelayanan dapat terselenggara dengan baik sehingga
masyarakat dan pengguna dapat terlayani sesuai dengan kebutuhannya. Manajemen
resiko TI dan merencanakan strategi strategi dalam keberlangsungan layanan TI
harus dilakukan secara sistematis dan latihan yang terus menerus untuk
meningkatkan dan memperbaiki proses layanan TI. Keberhasilan dari proses ini
tentunya harus didukung oleh semua pihak agar tujuan yang diharapkan dapat
terlaksana dengan baik.
Referensi
Maliki, Irfan.
"Manajemen Resiko Teknologi Informasi untuk Keberlangsungan Layanan Publik
menggunakan Framework Information Technology Infrastucture Library (ITIL Versi
3)." Universitas Komputer
Indonesia: Bandung (2010).
Rangkuman 2
Kegunaan dan fungsi ITIL (IT Infrastruktur Library)
ITIL adalah suatu rangkaian dengan konsep infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL sebenarnya adalah suatu rangkaian rangkuman dari beberapa buku yang membahas tentang pengelolaan (TI). ITIL memberikan beberapa praktik TI penting seperti daftar cek, tugas, serta beberapa prosedur yang disesuaikan dengan segala jenis organisasi(TI).
ITIL sudah dikembangkan sejak 1980-an dengan ITIL 1.0.Kemudian dengan beriringnya waktu peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan dijadikan ITIL 2.0 yang paling dikenal dengan set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT service management) & service support(dukungan layanan). Pada awal 2007 ITIL 3.0 didirikan. Ini didirikan dengan sama sekali baru. Terdapat 3 bidang utama didalamnya : ITIL Core Publikasi, ITIL Pelengkap Bimbingan, ITIL Web Support Services
Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus ITSM (IT service management). Lima bagian tersebut adalah :
1. Service Strategy
Ini merupakan inti dari ITIL Service Life Cycle yang memberikan panduan kepada pengimplementasian ITSM . Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar konsep ITSM, acuan, serta proses-proses inti.
Proses di dalamnya yaitu:
- Service Portofolio Management
- Financial Management
- Demand Management
2. Service Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat pada bisnis, layanan TI harus terlebih dahulu didesain dengan tujuan bisnis dari pelanggannya. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk bisa secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI.
Proses di dalamnya yaitu:
- Service Catalog Management
- Service Level Management
- Supplier Management
- Capacity Management
- Availability Management
- IT Service Countinuity Management
- Information Security Management
3. Service Transition
Menyediakan panduan kepada organisasi TI agar dapat mengembangkan kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI. Tahapan ini menggambarkan bagaimana sebuah kebutuhan didefinisikan dalam Service Strategy, lalu dibentuk dalam Service Design dan selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation
Proses di dalamnya yaitu:
- Transation Planning and Support
- Change Management
- Service Assset and Configuration Management
- Release and Deployment Management
- Service Validation
- Evaluation
- Knowledge Management
4. Service Operational
Ini adalah tahapan life cycle yang mencakup semua kegiatan operasional layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat beberapa panduan-panduan untuk mengelola layanan TI secara efisien.
Proses di dalamnya:
- Event Management
- Incident Management
- Problem Management
- Request Fulfillment
- Access Management
Berikut kerangkanya
Manfaat ITIL ini merupakan pendekatan sistematis untuk management layanan TI. ITIL dapat membantu perusahaan dalam cara berikut:
- Mengurangi biaya
- Pengunaan proses praktik terbaik yang sudhah terbukti meningkatkan kepuasan pelanggan.
- Meningkatkan produktivitas
- Meningkatkan penggunaan keterampilan dan pengalaman
- Meningkatkan penyampaian layanan pihak ketiga melalui spesifikasi ITIL atau ISO 20000
Kegunaan dan fungsi COBIT
Cobit atau control objektif for information and related technology adalah panduan standar dan sekumpulan dokumentasi best practice untuk menjembatani antara resiko bisnis, kebutuhan pengendalian, dan permasalahan-permasalahan teknis.
Perbedaan antara keduanya kalo cobit dia mengatur masalah objektif yang harus dicapai suatu organisasi sedangkan ITIL lebih kepada best practice tentang cara pengelolaan IT untuk mencapai objek organisasi. ITIL dan Cobit saling berhubungan soal layanan TI dan apabila dikaji lebih jauh ITIL bukan hanya sekedar delivery&support saja tapi kita petakan ke area cobit lainnya.
Sumber :
#https://wawanzone.wordpress.com/2011/03/02/manajemen-layanan-teknologi-informasi/
#http://luciayunitasariretno.blogspot.co.id/2016/03/itilinformation-technology.html?m=1&_utm_source=1-2-2
#http://dokumen.tips/documents/manajemen-layanan-teknologi-informasi.html


Komentar
Posting Komentar